Fungsi Setan



Menjelang tidur, Alif masih menyempatkan diri bertanya jam berapa saya akan tidur nanti. Mungkin karena dilihatnya emak-emak pengangguran ini sudah siap di depan keyboard.

Sampai sini, mohon tidak terpikir ke arah keyboard organ tunggal. Saya trauma sama yang suka joget-joget soalnya.

"Nanti, malam sekali pokoknya. Mungkin di atas jam dua belas," jawab saya sekenanya.

"Malam sekali! Memangnya Ibu tidak takut setan?" 

Pada bagian ini ada kekaguman dalam nada suaranya.

Ketidaktakutan saya terhadap setan adalah sebuah prestasi tertinggi saya di matanya. Tidak seperti dirinya yang kebanyakan halu sehingga sering mengada-ada sesuatu yang bahkan seumur hidup belum pernah ibunya temui.

Saya tidak takut ular, biawak, tikus, dan hama lainnya. Saya baru takut hewan-hewan itu saat BPJS saya nonaktif. Tapi ketidaktakutan terhadap setan ini belum ketemu mode off-nya. Konflik dengan setan tidak terikat pada BPJS. Saya juga tidak pernah kesambet atau kesurupan. Entah saya sesakti itu atau memang saya setannya. 

Bagi saya, inilah kesempatan emas di mana saya bisa mem-brain-washing anak sendiri supaya tidak takut setan terus.

"Tahu kenapa?" Tanya saya, retoris. "Itu karena Ibu lebih takut miskin daripada setan!"

Alif ngikik.

"Kok bisa Ibu lebih takut miskin daripada setan?" Kali ini kayaknya dia mulai merasa sayalah yang halu.

Saya hanya menanggapi dengan tertawa.

Kelak saat sudah dewasa, Kau akan mengerti, Nak.

"Tapi, Ibu," panggilnya di sela-sela ngikik yang belum kelar.

".... Gimana kalau misalnya ada setan yang bisa bikin kaya?"

Kayaknya setan deh yang perlu takut sama dia, bukan sebaliknya.

Lamongan, 17 April 2026.

*Beli buku anak, umum, dan agama di Alif Book Corner di https://whatsapp.com/channel/0029VbC5it4C6Zvcq3aZDc1R atau cek Shopee Alif Official Store di https://s.shopee.co.id/20rawirpSL

**Cek katalog perhiasan mutiara asli Lombok dan produk menarik lainnya di Channel Alif Official Store di https://whatsapp.com/channel/0029Vb7aO3e89inpdRJS321J

Komentar

Postingan Populer