Hobi


"Ibu, Ibu tahu hobinya Alif apa?" tanya Alif tempo hari.

Hah, Nantangin! Dikiranya saya tidak tahu apa-apa yang dia suka lakukan.

List di pikiran saya langsung panjang. Mulai dari jualan, menggambar, main lego, makan Dorayaki, sampai mulung. Semua ada. Lengkap.

Tapi setelah saya sebutkan semuanya, ternyata bukan itu hobi yang sedang ingin dia bicarakan. Atau mungkin dia tidak menggolongkan itu sebagai hobi, melainkan skill bertahan hidup.

"Bukan itu, yang lain lagi, coba, apa, Ibu tahu, ndak?"

Saya diam. Alih-alih berpikir, saya lebih memilih nyari wangsit. Makelar itu termasuk hobi enggak, sih?

Kelamaan, akhirnya dia jawab sendiri.

"Alif itu, ya, Ibu, hobinya makan!" ucapnya agak kesal karena ibunya enggak ngerti-ngerti.

"Makan itu bukan hobi, itu kebutuhan hidup. Gimana, sih?" Saya enggak terima dikesalin. Enak aja.

"Tapi lho, kan memang ada orang yang hobinya itu makan, Ibu. Teman-teman Alif aja di sekolah tak tanyain 'Hobimu apa? Makan, tah?', terus banyak yang jawab iya." Alif menjelaskan cara dia mensurvei bocil halu di kelasnya.

Survey macam apa itu?

Survey kok kayak gitu!

Seperguruan sama Cak Lontong ini pasti.

"Masa satu kelas hobinya makan semua?"

"Iya, lho, Ibu. Semua temannya Alif jawabnya gitu. Yang anak biasa-biasa itu semua jawabannya sama. Tinggal yang anak cantik seperti Lidya Shafa itu baru bilang ndak hobi makan. Kenapa ya Ibu anak-anak yang seperti itu kok Ndak mau hobi makan? Makan kan enak? Apa takut gemuk? Memangnya kalau gemuk jadi Ndak cantik?" cerocosnya ke mana-mana.

"Anak gimana? Yang kayak gimana tadi yang ndak hobi makan?" Saya bertanya sampai memicing-micingkan mata.

"Yang begitu." Alif menjawab lirih sambil nyengir.

"Begitu gimana?" desak saya.

Terlalu didesak, bocil yang ngaku hobi makan itu akhirnya merepet. "Yang cantik gitu lho, Ibu, kenapa kok malah ndak hobi makan? Makan itu kan enak. Apa jangan-jangan takut gemuk?"

"Oh, temanmu ada yang cantik?"

"Ndak tahu, sih." Mulai panik.

"Tadi bilang begitu!"

"Ya pokoknya begitu. Kenapa memangnya?" Sok enggak panik

"Lha terus, Ibu ini cantik, ndak?" tanya saya sambil menekankan tiap kata.

"Cantik!" jawabnya terlalu cepat.

😏

Lamongan, 11 September 2025.


Komentar

Postingan Populer