Pelanggan Baru



Pada pekan kedua dia hari-hari pertama di kelas dua, Alif akhirnya menemukan pelanggan baru. Dia adalah anak baru di kelas satu dulu, yang baru bergabung menjelang akhir tahun ajaran baru.

Belum sempat saya maaf-maafan dengan ibunya Rasyid, budhenya Azka, dan korban-korban marketing Alif lainnya, Alif sudah dapat korban baru lagi. Anak baru yang tak tahu apa-apa.

Awalnya saya merasa biasa saja saat Alif senyum-senyum bahagia tanpa sebab sepulang dari sekolah. Ketika ditanya, katanya karena dia sedang punya uang banyak. Tipikal warga Dubai yang walau diterjang banjir tetep semringah main jet ski. 

Berhubung sebelumnya Alif sudah biasa punya uang banyak, maka saya santai saja. Sampai dia bercerita kalau hari itu dia berangkat sekolah dengan uang saku lima ribu tapi pulang dengan uang saku sebelas ribu. Konsep uang saku macam apa ini?

Biasanya, paling banter ya uang sakunya utuh sebab dia memakan bekal makanan dan susu kedelai yang dia bawa dari rumah. Hari itu juga dia tidak sedang membawa barang hasil memulung untuk dibawa ke sekolah. Bekalnya juga katanya tidak sampai dia jual. 

Tapi ternyata....

"Ibu tahu bekas wadah pulpen kecil hadiahnya pasta gigi kodomo itu?" tanyanya sambil matanya mengerling. Mencemaskan.

"I-iya."

"Kan isi pulpennya tak buang, kan. Wadahnya yang kotak kecil itu tak isi penghapus. Jadi bisa ditutup."

"Iya, Ibu tahu dan ingat. Kenapa?"

"Tadi Arsyta bilang itu bagus sekali. Katanya mau dibeli." Dia menyebut anak baru yang saya jelaskan tadi.

"Emang Alif jual berapa?"

"Alif ndak jual, Ibu. Arsyta yang mau beli."

"Oh, oke. Alif kasih harga berapa? Mahal pasti, ya?"

"Enggak kok. Alif bilang dua ribu aja wes, kan itu sudah tak pakai. Tapi Arsyta ndak mau. Katanya terlalu murah. Dia maunya tiga ribu aja."

Saya speechless. 

Penjual yang suka ngasih harga tinggi...

kok bisa...

ketemunya sama pembeli yang maunya dikasih harga lebih tinggi lagi.

Universe macam apa yang Alif diami ini kok hanya dia yang dapat pelanggan kayak gini?

Strategi Marketing terjadi bukan hanya karena ada niat dari penjual.

Namun bisa jadi karena ada kesempatan dari pembeli yang ngotot ngasih harga tinggi.

Waspadalah!

Waspadalah!

😑

Lamongan, 4 Agustus 2025.

*suka dengan catatan harian seperti ini? Yuk miliki buku Alif Family Diary #2 atau dapatkan e-booknya dengan harga terjangkau. Order via WA di 082328206358 😊

Komentar

Postingan Populer