Ketika Suami Bertanya


Di tengah pagi yang tenang setelah Alif berangkat sekolah, Suami bertanya kepada saya.

"Apa kemarin yang katanya sudah habis, yang dibutuhkan kalau mau keluar?" Dia menunjuk rak make-up.

"Apa? Yang mana?" Saya enggak ngeh. Lupa.

"Fondasi?" tanyanya dalam bahasa pertukangan.

"Foundation, Mas, foundation," jelas saya dalam bahasa seni mempertegas garis wajah dengan sedikit peningkatan kualitas dalam segi warna dan tekstur.

"Sama apa lagi, kemarin, katanya? Pembersih? Penyegar?" tanyanya lagi dalam bahasa yang bukan lagi berhubungan dengan proyek pembangunan.

Kesempatan ini tidak saya sia-siakan.

Dengan sekali tarikan napas, saya memberinya informasi yang lebih lengkap.

"Iya, itu yang kuning itu pembersih. Yang hijau itu penyegar. Masih banyak lagi, Mas, sebenarnya. Sunscreen, masker, day cream, sama serum-serum itu sudah menjelang akhir semua. Liptint juga sudah mulai mengeruk ke pinggir-pinggirnya. Kan, kemarin memang beli yang size kecil karena adanya itu yang warnanya cocok di aku. Harganya juga cuma setengahnya karena isinya setengah dari ukuran biasa. Namanya aja everyday lipshot, jadi ya buat harian aja, Mas, cepat habis."

Dia diam, menunduk melihat hape. Lama tak bersuara.

Karena kuatir Suami trauma, dengan hati-hati, sambil mengusap lututnya pelan, saya berusaha menenangkannya.

"Ndak pa-pa, Mas. Beli dikit-dikit aja, yang butuh segera aja dulu. Yang lain bisa nyusul, kok."

🤗

Lamongan, 1 Agustus 2025.

Komentar

Postingan Populer