Gimana Caranya Nulis Lagi Setelah Lama Enggak Nulis?


Berdasarkan pengalaman pribadi, mengembalikan mood menulis itu susah pakai banget. Enggak kerasa, ternyata sudah dua belas hari saya enggak nulis selain list belanja. Itu pun semata demi Suami enggak pergi dengan kegigihan lalu pulang disambut omelan karena yang dibeli kentang lagi-kentang lagi, tempe lagi-tempe lagi.  

Bukan apa-apa, soalnya akhir-akhir ini saya sudah mulai curiga dia bukan lagi vegetarian, melainkan kentang-tempetarian. Apa-apa mau dimasukin tempe sama kentang. Rawon mau diisi tempe sama kentang, sayur asem mau diisi tempe sama kentang, sayur sop yang sudah ada kentangnya masih juga mau ditambahin tempe, mie goreng juga mau diduetin sama tempe, dadar juga, bahkan teh aja mau dicelupin tempe kayak Roma Kelapa. Begitu terus lama-lama saya terfermentasi. Maka benarlah kalau ada pepatah yang berbunyi: ikatlah suamimu dengan tulisan.

Sejujurnya, menulis itu berat juga, bahkan untuk sekedar catatan harian yang kelihatannya cukup dibuat dengan melototin kelakuan anak dan suami. Pengen nulis, tapi enggak mood. Ada mood, tapi enggak tahu mau nulis apa. Ada yang mau ditulis, tapi badan kecapekan atau lagi banyak antrian kerjaan rumah. Pengen nulis, punya mood bagus, punya ide tulisan, tapi anak meriang, diare, muntah, terus besoknya malah saya meriang sampai berhari-hari. Yang paling ironis, ketika mood ada, keinginan ada, ide, fisik, mental, semua ada, tiba-tiba laptop error, keyboard macet. Mau nangis, ingat ada Indomie Ayam Spesial. Ya udah yang ada aja di-gaskeun!

Lalu tibalah saatnya, saat mental, fisik, dan pikiran sudah siap, kerjaan rumah masih bisa ditunda asal enggak ada kunjungan mertua, dan laptop sudah ditabok sedikit biar enggak nakal lagi, saya menulis gerutuan yang kurang berfaedah ini. Siapa tahu ada yang kangen, nomor rekening saya masih sama.

Sebenarnya saya pernah ikut kelas tentang bagaimana cara mengikat ide ketika kesibukan sedang banyak dan ide itu tiba-tiba terlintas begitu saja. Saya juga pernah membaca tips motivasi, inspirasi, sampai afirmasi gimana supaya semangat nulis lagi. Tapi nyatanya cobaan kehidupan itu lebih bervariasi dari derita hidup motivator, maka pesan saya simpel aja: bakso pedes satu sama es jeruk gak pake lama.

Lamongan, 20 Agustus 2025.


*suka dengan catatan harian seperti ini? Yuk miliki buku Alif Family Diary #2 atau dapatkan e-booknya dengan harga terjangkau. Order via WA di 082328206358.

Komentar

Postingan Populer