Dasi
Sejak dini hari tadi, saya hidup dengan damai, bahagia, dan kenyang. Tapi suasana tiba-tiba saja berubah ketika memasuki sesi Alif mandi, ganti baju, dan nyari dasi.
Dasi!
Astaga....
Ambyar semua keindahan keluarga cemara yang saya bangun sejak sebelum subuh cuma gara-gara dasi.
Pas enggak butuh perasaan kelihatan jelas, enggak guna, teronggok begitu saja di gantungan.
Lalu di saat-saat terakhir, di momentum penting, hilang.
Rumah tak sampai sehektar ini sudah disisir sampai ke sarang semutnya.
Tetap enggak ada.
Saya terduduk tak percaya menghadapi kenyataan anak harus pergi sekolah dengan seragam lengkap minus dasi.
Dalam pikiran pendek saya, dengan sangat menggebu-gebu, saya bertekad untuk beli dasi langsung lima. Mau tak jadikan umbul-umbul di depan rumah.
Merdeka!
🔥
Lamongan, 21 Juli 2025.
*suka dengan catatan harian seperti ini? Yuk miliki buku Alif Family Diary #2 atau dapatkan e-booknya dengan harga terjangkau. Inbox saya untuk info lebih lengkap di 082328206358 atau respon di kolom komentar. 😊
Komentar
Posting Komentar