Teman Kecil
Dulu, saya pernah tinggal di sekitaran Jalan Veteran, Lamongan. Waktu itu usia Alif masih terhitung bulanan. Ada tiga anak tetangga yang sering berkunjung. Entah itu menengok Alif, bikin video tiktok dengan Alif, atau belanja flanel.
Mereka pelanggan saya yang paling loyal. Apa pun karya saya, dibeli. Padahal tidak terlalu butuh. Tanpa nawar, tanpa nego. Dari sekadar bunga flanel, sampul buku flanel, sampul Al-Qur'an flanel, gantungan kunci, sampai flanel lembaran kecil yang enggak saya apa-apain pun dibeli.
Kalau kehabisan ide mau beli apa, mereka akan order custom. The real ngabisin duit doang. MasyaAllah. Saya cuma kuatir dilabrak emaknya aja.
Saya tidak tahu apa mereka masih tinggal di sana atau tidak. Namanya Zahra, Dilla, dan Azza. Mungkin mereka sudah lupa dengan saya. Tapi saya insyaallah tidak akan lupa. Terutama saat mereka diam-diam memberi hadiah ulang tahun untuk saya.
Awalnya, saya bingung, tahu dari mana mereka tanggal lahir saya. Eh, ternyata dari file berkas milik Pak RT, bapaknya Dilla. Warbiasa. Seniat itu. Saya terharu. Sebelumnya, saya tidak pernah punya teman yang effort-nya sebesar itu. Yang merayakan hari kelahiran saya dengan sebuah puding coklat yang dibuat dengan suka cita oleh tangan amatir bocil SD kelas lima.
Belum lagi kado istimewa yang dibeli dari uang jajan mereka sendiri. Dua buah kado yang mewakili tiga anak. Masing-masing dibungkus dengan kertas kado yang sama, yang diletakkan begitu saja setelah mengetuk pintu rumah saya lalu kabur.
Isinya luar biasa mengharukan. Saya sampai mau nangis. Dua kado itu, yang satu sandal kanan, satunya lagi sandal kiri. ðŸ˜ðŸ˜†
Lamongan, 1 Mei 2025.
*beli bahan kreasi flanel di Alif Official Store di Shopee https://s.shopee.co.id/2Vec3vIiwa
Komentar
Posting Komentar