Relawan Musholla


Bulan puasa kemarin, masyaAllah, Alif mendadak menjadi relawan musholla.

Selain rajin ke musholla untuk sholat berjamaah, ikut pengajian jelang berbuka, dan tarawih, Alif juga ternyata dengan sukarela beberes musholla di sebelum atau sesudah sholat.

Awalnya saya enggak tahu, karena Alif juga enggak cerita. Sampai tibalah saatnya saya menginterogasi dan dia pun akhirnya menjelaskan.

"Jadi, begini lho, Ibu. Alif itu tadi habis sholat lihat mushollanya kotor, berantakan. Ya sudah, Alif bersihkan saja. Ndak ada yang nyuruh, lho, Ibu. Alif sendiri yang mau!" jelasnya penuh kebanggaan karena merasa sudah melakukan kebaikan besar.

Dengan tatapan penuh kecurigaan, saya langsung menodongnya to the point. "Iya! Ibu tahu pasti biar bisa ngumpul kan tutup botol, kan? Pantesan kok Ibu lihat makin lama tutup botolnya kok makin banyak sekali! Pantesaaaaannn! Berapa hari itu sampai dapat sebanyak itu? Mau buat apaaaaa?"

"Kan, katanya Ibu, Alif ndak boleh ngambil dari tempat sampah, kan? Ini bukan di tempat sampah, kok, Ibu! Alif ambil dari musholla karena banyak botol-botol sudah ndak dipakai! Belum masuk tempat sampah! Beneran!"

🤦‍♀️

Lamongan, 12 April 2025.


Komentar

Postingan Populer