Membayangkan Walid
Apa gara-gara saya ngeklik reels film Bidaah, ya, jadinya beranda saya sekarang isinya rayuan kematian Walid semua? 🤦♀️
Bagi saya yang suka film horror, film ini berada di level terlalu horror. Mana enggak ada hantunya lagi.
Tapi ngerasa enggak, kenapa sih kok ciwi-ciwi di situ, kecuali Baiduri, semuanya mau sama Walid bahkan rebutan?
Di balik sisi sesat Walid, ada banyak hal yang bisa diambil pelajaran buat para lelaki khususnya. Tentang apa daya tarik Walid.
1. Soft Spoken Manipulator
Film ini sepertinya dibuat dengan sangat baik terutama di dialog-dialog Walid. Walid hampir tidak pernah marah. Dia menyampaikan semua nasihat dengan halus, lembut, sekaligus berwibawa. Saking halusnya, kesesatan di dalamnya sampai tidak terasa.
Begitulah impact 'penyampaian yang baik' terhadap penerimanya. Bahkan hal buruk pun, jika disampaikan dengan cara yang baik, jadi mudah diterima. Inilah skill utama Walid dalam menggarong mangsa-mangsanya. Skill yang jika dipergunakan dengan baik dan bijak, justru dapat membawa kebaikan besar terhadap ummat. Minimal dalam hal membina keluarga.
Maka, wahai jemaah bapak-bapak sekalian, cobalah kalau menasihati istri, gunakanlah bahasa yang kalem, halus, lembut, dan berwibawa agar nasihatmu mudah diterima. Perkara dipahami, itu nanti saja. Yang penting diterima dan dilaksanakan dulu. Penyampaian yang halus akan mudah membuka hati yang keras. Masa kalah sama Walid yang tuir. 🤦♀️
2. Pujian
Trik utama Walid dalam menggaet istri-istri batinnya tidak lain adalah pujian. Dengan dongeng-dongeng khodamnya, Walid berhasil membuat para wanita muda ini, terutama yang rendah diri dan merasa banyak salah dan dosa, menjadi merasa berharga, penting, dan sangat dibutuhkan.
Mereka diibaratkan sebagai putri-putri gunung, yang sebenarnya tak lain adalah dongeng demit, yang memiliki kedudukan berharga dan kekuatan magis. Belum lagi cara penyampaian Walid yang halus dan manis. Terlepas dari tampang kisutnya.
Maka, wahai jemaah bapak-bapak sekalian, puji-pujilah istrimu. Biarpun halu, di luar nalar, dipuji kayak demit pun oke saja yang penting cantik dan berharga. Mengada-adalah hal yang tidak ada sekadar membahagiakan istri. Biarpun nanti istri kelihatan seperti mau muntah, mau gaplok pakai sandal, lempar bantal, percayalah sebenarnya dia itu tersipu malu dan mau.
3. Perhatian
Ingat adegan Walid menyuapi istri-istrinya dengan mesra? Nah itu! Banyak perempuan yang meleleh dengan perhatian kecil yang sepele seperti itu. Juga ketika Walid bersedia mendengarkan keluh kesah para istri batinnya. Walid menyimak dengan khidmat dan merespon dengan menenangkan. Biarpun fisik sudah bau tanah, hati boleh jadi bau kembang. Kembang tujuh rupa. Di mana semua bahasa cinta atau 'Love Language' terpenuhi. Niscaya perempuan akan termehek-mehek meski tampang tak sesuai harapan.
4. Kebutuhan Logistik
Bagaimana pun, yang bikin ciwi-ciwi itu mau sama Walid ya karena uangnya. Walid kan kaya. Semua kebutuhan istri-istrinya terpenuhi. Enggak ada satu pun yang terlihat mbabu. Yah, kecuali istri-istri batinnya 🥴
5. Kebutuhan Rohani
Biar sesat begitu, banyak juga nasihat-nasihat Walid yang baik untuk istri-istrinya. Tiap hari, dia mengajari, mendidik, membriefing para istri ini agar terus memperbaiki diri. Tentu versi Walid ya dengan menyusupkan kesesatan yang menguntungkan dirinya semata. Belum lagi ketika dia berkata bahwa para wanita ini, istri-istrinya ini, adalah sumber kekuatannya. Wuihh, itulah kebutuhan rohani seorang perempuan. Yakni merasa terlibat dalam kesuksesan dan usaha suami meski dalam bentuk tenaga dalam demit saja.
Demikianlah sedikit pandangan saya tentang sosok Walid dalam film horror yang sedang viral itu.
Seandainya Walid ini tidak sesat, meski tua, saya yakin tetap akan banyak perempuan yang mudah takhluk kepadanya.
Maka, pandai-pandailah berdongeng demit putri gunung, demit laut, atau apa pun itu, yang penting bisa membuat wanitamu bahagia, merasa berharga, dan.... nyaman.
Dari pada nanti diambil Walid-Walid di luaran sana. 🥴
Lamongan, 7 April 2025.
*jangan lupa ikutan pre-order buku Alif Family Diary #2 dan buku Pencerita Mati.
Komentar
Posting Komentar