Bapak-Bapak Cilik
Di usia tujuh tahun ini, Alif sudah kebapak-bapakan banget. Bapaknya sendiri aja enggak gitu-gitu amat.
Dari yang paling simpel, foto, misalnya, Alif sudah otomatis. Angkat jempol, terus senyum setengah ikhlas. Persis bapak-bapak dipaksa foto sama istrinya.
Lalu soal naruh handuk basah di kasur, juga gitu. Bapaknya aja yang bapak-bapak beneran enggak gitu. Kadang saya sampai emosi karena ngingetin lagi, ngingetin lagi. Sementara Alif, karena keseringan diingetin dan diomelin, akhirnya sering males pake handuk ke kamar. Mungkin prinsipnya, dari pada ketinggalan, mending tidak sama sekali. Jadilah dia berlari ala Archimedes.
Eureka!
Eureka!
Tinggal saya yang esmosi lihat anak sendiri seperti habis ngider di komplek sebelah. Saking enggak pakai popok aja.
Akhirnya, setiap Alif lupa, atau mungkin sengaja, berjalan dari kamar mandi ke kamar tanpa handuk, saya langsung menyalahkan diri sendiri.
"Kenapa tadi enggak tak bilangin! Kenapa tadi enggak tak ingatin!" Ngomong begitu terus berulang-ulang sambil memegangi kepala, meruqyah diri sendiri.
Pas ngelepas pakaian juga. Entah itu celana panjang, celana pendek, celana dalam, kenapa harus digulung-gulung dipelintir-pelintir gitu sih? Biar apa? Biar bisa dikreasikan jadi hiasan dinding apa jadi jimat kematian?
Belum lagi ambisinya untuk berkarir menghasilkan uang sejak dini. Lumayan kalau suatu hari nanti, saat usianya sudah dua puluhan, dia akan mudah diterima kerja. Orang HRD akan bahagia karena akhirnya setelah puluhan tahun hidup, mereka akhirnya menemukan sosok yang sesuai kriteria: fresh graduate, usia maksimal dua puluh lima tahun, minimal pengalaman kerja dua puluh tahun.
Yang paling akhir, yang paallliinnggg legend, yang akhirnya menjawab rasa penasaran seumur hidup saya tentang kenapa laki-laki kalau habis mandi kamar mandinya seperti habis disemprot damkar.
Saya yang siang itu sedang sibuk cuci piring di dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi, tiba-tiba mendengar suara aneh. Suara kecipak air yang seperti diciduki dengan tangan lalu dihambur-hamburkan. Juga suara tawa yang terlalu bahagia untuk anak yang sekadar sedang mandi.
Langsung saja saya sidak ke kamar mandi sambil mengendap-endap lalu membuka pintu dengan tiba-tiba.
Tampak jelas sekali. Terang benderang sudah misteri selama ini. Dinding rata membasah, langit-langit kamar mandi terlihat menetes-neteskan air, gayung berisi air di tangan, dan Alif yang tertegun tak percaya.
Begitu rupanya....
😏
Lamongan, 10 Februari 2025.
Komentar
Posting Komentar