Gara-gara Toko Tutup


Sudah beberapa hari ini satu-satunya toko di komplek tempat tinggal kami tutup. Sepertinya orangnya mau pindah atau memang sudah tidak jualan lagi. Rak-raknya pun sudah dipindahkan dari tokonya. 

Melihat Alif bersedih karena satu-satunya spot beli jajan yang bisa dia jangkau sendiri tutup, saya jadi punya motivasi. 

"Mas, gimana kalau aku yang jualan aja?" seru saya penuh semangat ke Suami. 

Bagus, kan? 

Pinter, kan? 

Saya bisa memonopoli perdagangan di komplek kecil ini. 

Tapi namanya hidup, ada saja rintangannya. 

"Lhooooo, jangaaaan, Ibu!" sahut anak tujuh tahun itu sambil menarik-narik tangan saya. 

Saya menatapnya heran. 

"Kan enak, nanti Ibu juga jual semuaaaa jajan yang Alif suka, sama es juga," jelas saya ambisius. 

Tadinya saya kira dia akan ikut semangat mengingat potensi jajan gratis setiap hari. 

Normalnya anak kecil kan gitu. 

Baru tahu saya kalau ternyata Alif bukannya tidak mendukung melainkan.... 

"Alif aja yang jualan, Ibuuu!"

Merasa tersaingi. 

😑

Lamongan, 3 November 2024.

Komentar

Postingan Populer