Ayam dan Telur
"Ayah, gimana sih, kok bisa, telur yang cuma kuning sama putihnya itu bisa berubah jadi ayam? Tulangnya dapat dari mana? Terus, siapa yang memecahkan telurnya supaya bisa menetas? Apa ayam dari dalam, apa dari luar, apa memang sudah ndak cukup jadi pecah sendiri?" Alif memberondong ayahnya dengan soal-soal level olimpiade. Olimpiade ayam.
Baguslah kayak gitu ditanyain ke ayahnya.
Sementara saya cukup diam, tidak bergerak, tidak bernapas seolah-olah tidak sedang berada di situ.
Ditanyain begitu oleh anaknya, si ayah yang tadinya sedang melihat ponsel ngurusin kerjaan, langsung duduk tegak dan fokus menghadap Alif.
Saya nyengir mengasihani nasib Suami.
Tapi rupanya, alih-alih menjawab, si ayah malah ngomporin.
"Alif tahu, duluan mana ayam sama telur?"
Baiklah. Akhirnya terang sudah siapa sumber kericuhan selama ini.
Mungkin inilah yang dinamakan pendidikan sesat sejak dini.
😏
Lamongan, 19 November 2024.
Komentar
Posting Komentar