Nama-Nama Baju
"Alif, lihat itu, warna bajunya Alif kok sama seperti pecel yang di piring. Berarti itu baju pecel," ucap si ayah sewaktu kami makan bersama sore itu.
Mungkin dia sedang bosan melihat rumah terlalu damai. Apa lagi pas lihat anaknya tenang-tenang saja, cuma sekali memeriksa bajunya yang kalau dilihat-lihat memang seperti warna bumbu kacang khas pecel.
Memang bapak-bapak satu itu agak lain. Dia suka memberi nama baju-baju di rumah. Baju saya dan baju Alif. Bajunya sendiri enggak dinamain. Mungkin karena semuanya polosan. Kalau enggak hitam ya putih.
"Ayah itu, ya, Nak, ya, sukanya begitu. Baju yang gambar banyak mobil itu, katanya baju terminal. Terus yang gambar banyak hewan itu, baju kebun binatang. Eh, malah sekarang ada lagi baju pecel. Hahahaha. Apa itu baju kok baju pecel!" Saya memanasi.
Mendengar itu, akhirnya Alif menyahut juga. "Kalau Ayah, bajunya Ayah namanya baju apa?"
"Ya ndak ada. Kan ndak ada gambarnya." Si ayah merasa aman.
Tapi itu hanya sementara. Sampai saya menemukan nama yang tepat buat kaos hitam polos yang dipakainya.
"Alif mau tahu baju Ayah? Itu namanya baju mobil!"
Keduanya langsung mikir.
"Mana? Tidak ada gambar mobilnya," tanya si empunya baju.
Bagus. Memang itu pertanyaan yang saya tunggu.
Saatnya eksekusi.
"Iya, itu baju mobil. Cuman mobilnya sudah berangkat."
😆😆
Lamongan, 1 Oktober 2024.
Komentar
Posting Komentar