Menyadarkan Ibu



Saya sedang terpuruk di depan lemari siang itu. Semua gara-gara ayah Alif ngajak jalan keluar bersama tapi enggak booking  dulu sejak beberapa hari sebelumnya. 

"Ibu, Ibu kenapa?" tanya Alif sambil Inspeksi. Dia sudah ganteng dan rapi sejak setengah jam sebelumnya. 

"Huh, gimana ini, Ibu kayaknya ndak ikut aja deh," jawab saya lesu. 

"Loh, kenapa?" Alif syok. Antara enggak terima atau merasa terancam. Soalnya kondisi ini bagi Alif simalakama: Ngajak Ibu, ruwet, enggak ngajak, ngambek. 

Akhirnya saya menjelaskan penderitaan saya yang dalam dan dramatis kepada anak tujuh tahun itu. 

"Alif, Ibu ndak punya baju. Ibu harus pakai apa kalau ndak punya baju!?"

Gak pakai lama, di usianya yang dini itu dia nekat meruqyah ibunya. Sampai tersengal-sengal dia berkata.... 

"Ibu," panggilnya sambil melongok ke lemari yang terbuka lebar. "Lha iniiiiiii semuuuuaaaaa, lihat, ini semua lak pakaian kan? Sampai penuh ini, ini, ini, ini, semua apa kalau bukan baju? Ibu mau Alif kayak yang di hape itu, tah? Yang mengeluarkan semua pakaian dari dalam lemari terus berenang-renang di atas pakaian yang banyaaakkk sekali itu, iya?"

😳

Lamongan, 13 Oktober 2024.

Komentar

Postingan Populer