Percuma


Makin ke sini, saya makin percaya bahwa jalan cerita bisa jadi tetap sama, hanya tokohnya saja yang berbeda. Pagi ini misalnya, saat saya mencari ke manakah perginya tikar kecil andalan leyeh-leyeh saya. 

"Mas, tikar kecil itu, kan, ada dua. Kok tinggal satu, ya? Tak cari ke mana-mana ndak ada. Mas tahu?"

Bapak-bapak penghapal posisi semua barang di rumah itu pun dengan santainya menjawab, "Oh, itu, ada di bawah kasur lantai."

Saya nge-lag. Ada apakah gerangan sampai tikar kecil dijadikan alas kasur lantai yang ukurannya dua kali lebih besar. 

Maka dari itu, kepadanya saya bertanya baik-baik. "C-coba, coba kasih tahu apa gunanya tikar kecil ditaruh di bawah kasur lantai yang lebih besar?"

Saya sudah mulai membara, tapi bapak-bapak satu itu seperti sedang menggantikan peran anaknya yang lagi sekolah. 

Masih santai seolah tak berdosa, dia pun menjawab dengan mantap. Asli yakin. Tak berdosa. Tak mikir. "Ya, biar ada di bawah kasur."

Oh, jadi pertimbangannya bukan pada fungsinya, ya.... 

😑

Lamongan, 23 September 2024.

Komentar

Postingan Populer