Penyuluhan Gigi


Kemarin, ada penyuluhan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia di sekolah Alif. Sebagaimana biasanya, anak-anak dapat sikat gigi dan pasta gigi gratis untuk belajar gosok gigi yang benar bersama-sama. 

Pulang sekolah, saya pun menagih.  "Tadi gimana? Dapat sikat gigi sama pasta gigi? Mana lihat!"

Maka di hari kemarin itulah saya mendapat siaran ulang penyuluhan perawatan gigi.

"Ibu, ternyata gigi itu ya, ada tiga bagian. Yang putih yang luar ini, keras. Terus di dalamnya ada warna coklat, itu juga keras,Ibu. Nah, terus di dalamnya lagi, warna merah, yang itu ndak keras." Alif menggebu-gebu menjelaskan.

"Ibu, mulai sekarang, Ibu harus nurut sama Alif, ya." Belum apa-apa dia sudah mancing keributan. "Mulai besok, kalau pagi, Alif itu harus sarapan dulu baru mandi. Gitu tadi katanya di sekolah."

Saya mulai kegeser ke batas ambang kesabaran. Soal itu saya mah sudah tahu. Memang sengaja Alif harus mandi dulu karena mandinya luar biasa lama. Dari suaranya sih kayak lagi mandi di wahana air mancur, air terjun, juga kayak ada ombak-ombaknya gitu. 

"Kata Bu Dokter lho, sikat gigi itu dua kali sehari. Tapi Ibu aja nyuruhnya harus tiga kali. Mandi siang itu tidak harus gosok gigi lho, Ibu," ceramah anak yang doyan Choki-choki, Yupi, dan Es Krim itu. 

Dan masih banyak lagi penjelasan semi protes yang disampaikannya kepada saya. Tapi di antara semuanya, ada satu yang paling saya ingat. Yaitu ketika dia sedih sambil memandangi sikat gigi dan pasta giginya. 

Iya. Sedih.

Kesedihan macam apakah yang disebabkan oleh sikat gigi yang tak berdosa itu? 

"Yeee, Ibu, Alif berarti punya dua sikat gigi." Awalnya senang. Tapi lanjutannya agak lain.... 

"Huhh, Ibu, Alif belikan sikat gigi lagi, ya!" ucapnya dengan wajah dan nada sendu. 

Saya masih enggak ngerti arah tujuannya. 

"Nanti kalau punya banyak, mau Alif jual!"

😳

Lamongan, 25 September 2024.

Komentar

Postingan Populer