Nasib Ketua Kelas


Setelah tidak sadar kalau dirinya dijadikan ketua kelas, Alif tiba di fase tidak tahu apa itu ketua kelas dan apa guna, tugas, dan terutama, ehm, keuntungannya ketua kelas. 

Belum tahu aja dia kalau teman-temannya itu berharga. Kan, mereka punya organ dalam semua. Eh, maksudnya, punya sisi baik dan potensi peran berarti dalam hidupnya. 

Maka dari itu, bertanyalah sang ketua kelas yang dipilih secara random itu kepada Ibu Ketum Partai. 

"Ibu, buat apa sih ketua kelas itu?" tanyanya kayak bukan dia yang berkewajiban. 

Saya diam sejenak. Dipikir-pikir memang enggak ada gunanya juga sih ketua kelas, terutama kalau dia lebih cocok jadi ketua sekte kerusuhan kelas. 

Tapi baguslah dia bertanya kepada ketum. Sebelum ada yang tahu kalau sebenarnya dia seenggakngerti itu. Bisa turun wibawa Bu Ketum yang mulia. 

"Jadi gini, Nak. Ketua kelas itu tugasnya ya menjaga kedisiplinan kelas, membantu Bu Guru mengatur kelas dan teman-teman biar semuanya aman, nyaman, enggak ada masalah. Kalau ada yang bertengkar atau nangis, ya Alif harus bantu menenangkan. Kalau ada yang berisiiiiik sekali, ya Alif harus menegur baik-baik. Ngerti?" 

Luar biasa. Hanya dengan membayangkan semua potensi kelakuan Alif, saya bisa mendefinisikan dengan epik apa itu ketua kelas. 

"Oh, begitu ya. Gampang! Kan, setiap hari Alif begitu. Kalau ada teman yang nangis gitu ya, Alif bilang 'Tenang ya, tidak apa-apa'. Terus kalau ada yang berisik, yang lari-lari waktu pelajaran, Alif kasih tahu biar diam."

Saya manggut-manggut takzim. Tabah luar biasa memang diri ini. 

Beberapa minggu berlalu. Hingga tibalah saatnya siang itu, Alif mengadu kepada saya. 

"Ibu, kenapa sih, anak-anak perempuan itu kok marah-maraaaaaaah, terus. Dikit-dikit marah. Dikit-dikit marah. Wong Alif ndak ngapa-ngapain, kok tiba-tiba dimarahin," omelnya.

Saya ngakak, sedikit merasa tersindir. 

"Ya memang perempuan itu begitu. Alif harus terbiasa, ya." Saya mengkode. 

"Kan bisa, , ngomong yang bagus, yang baik," tambahnya yang ternyata belum kelar ngomel. 

"Ya memangnya Alif ngapain? Ndak mungkin ndak ngapa-ngapain tiba-tiba dimarahin. Alif berisik paling ya?" Saya towel-towel pipinya sambil tertawa. 

"Sedikit kok, Ibu!" Kilahnya sambil ngakak. 

Heleeehhhhh.... 

Begitulah kalau yang berkewajiban menertibkan malah yang paling harus ditertibkan. 

🙃

Lamongan, 5 September 2024.

Komentar

Postingan Populer