Saingan Berat


Akhirnya saya mengerti definisi melahirkan saingan sendiri.

"Wiihh, eeenaaak Ibuu, tadi belanja beli coklat!" seru Alif yang waktu itu juga sama-sama pegang jajan. Cuman beda jenis aja.

Padahal dia ikut belanja. Dan dia juga milih jajan sendiri.

Tapi kan gitu, Ibu selaaalluuu terlihat lebih hijau. Ibu Hulk! !

Lain waktu....

"Wiiiiihh! Eenaaaak, Ibu dibelikan sabun muka sama Ayah!"

Padahal dia sendiri enggak bisa sabunan muka. Skincare Alif murni air wudhu doang.

"Apa? Alif mau? Alif bisa sabunan muka seperti Ibu? Beranii? Iyaaa?" tantang saya yang mulai capek di-iri-in anak sendiri.

Kali lainnya lagi...

"Wuiiihh!" teriaknya.

"Eeeennaaaaakk!" Kali ini saya ikutan heboh mengikuti template dia.

Alif langsung ngakak, tapi tetep melanjutkan omongannya. "... Ibu dibelikan  kardus!"

Yaelah timbang kardus doang!

"Ya sudah, buat sama-sama ini!"

Alif auto bahagia.

Selanjutnya....

"Wuiiihh! Alif mau jugaaaaaaaaaa!" Luar biasa hebohnya Alif pas ayahnya pulang bawa ...

... paket skincare.

💆

Lamongan, 11 Agustus 2024.

Komentar

Postingan Populer