Ketika Istri Demam
Beberapa waktu lalu, saya terkena demam, seperti mau flu tapi alhamdulillah enggak jadi. Tapi tetep aja, agak ribet dan serba salah.
Malam itu, setelah minum obat dan mengolesi badan dengan minyak kayu putih, saya pun bersiap tidur. Sebelum itu, saya sempatkan untuk cari gara-gara dulu dengan Suami.
"Mas, tukar tempat ya. Mas di sini, aku yang di situ," ucap saya datar. Namanya juga pusing.
Ayah Alif itu pun beringsut pindah sambil bertanya, "Kenapa begitu?"
"Aku ndak mau dekat kipas angin," jelas saya dengan sedikit sisa kesabaran.
"Kan, bisa diarahkan ke yang lain," sahutnya.
Memanglah, itu bapak-anak bener-bener dua belas-sebelas. Negonya lama.
"Pokoknya ndak mau. Dingin." Saya masih sabar.
"Mau pakai jaket?" Kali ini Suami menawari baik-baik.
"Tidak. Nanti sumuk." Maksud saya, gerah.
"Kipasnya matikan, ya. Aku kedinginan." Ini saya lagi, sekitar satu menit setelah percakapan terakhir.
Kipas pun dimatikan.
Beberapa detik berlalu.
"Mas, sepertinya aku perlu jaket."
Suami mengambilkan jaket.
Semenit.
Dua menit.
Lima menit.
"Haah, gerah rasanya." Lalu saya melepas jaket.
Dua menit...
"Mas, kayaknya kipasnya dinyalakan aja deh, sumuk."
Kipas pun dinyalakan, lalu saya tidur lelap sampai pagi.
Untung sabar ... saya.
😇
Lamongan, 10 Agustus 2024.
Komentar
Posting Komentar