Sebuah Permulaan


Hari ini, saya bersama si ayah mendaftarkan Alif ke sebuah sekolah negeri di pusat kota Lamongan. Sekolah sederhana yang semoga membuat Alif betah dan bahagia belajar di sana. Dengan berbagai kurang dan lebihnya, begitu juga kurang lebihnya kami, semoga dapat seiring dan selaras dalam kebaikan. 

Kalau saya deg-deg-an dengan bagaimana dan seperti apa Alif akan menjalani hari-hari di SD, Alif sendiri lain cerita. Dia justru deg-deg-an kalau-kalau nanti sudah kelas dua dia akan disunat. Sejauh itu. Kecemasan dan prediksi dia nyaingin peramal dari Prindavan yang kemarin gagal lagi memprediksi kiamat. 

Seolah sudah takdirnya, Alif yang begini adanya, rupanya dapat kepala sekolah yang bau-baunya rada sengklek. Gimana gak sengklek, di banner iklan sekolahnya aja, tertera bonus yang luar biasa ganjil: "Bonus bertemu kepala sekolah yang chibi-chibi".

Alamak! 

Memang pas ketemu tadi, si bapak kepsek agak mbul-mbul gitu dan banyak sekali ngomongnya. Saya kebagian amin-amin aja. Cocoklah kalau ngobrol sama Alif seharian. 

Akhirnya, siang tadi, kami pulang dari sekolah sambil membawa beberapa bonus. Bonus seragam maksudnya, bukan chibi-chibi. 

Cuman ya gitu. Ada aja yang bikin saya berasa pengen nyinsing rok sambil mereog. Padahal susah payah stay elegan sejak datang. 

Tepat pas lagi pamitan, saya memanggil Alif yang dari tadi main sendiri di luar. Lama enggak datang-datang. Sampai harus dicari ke tempatnya bertengger. 

Iya. Bertengger.

Apa lagi yang bisa saya harapkan. Di hari pendaftaran ini, di penutup pertemuan pertama dengan pihak sekolah, kami semua, sseemuuuaaa, menyaksikan bersama-sama Alif yang sedang pelan-pelan turun dari pohon. 

💆

Lamongan, 8 Juli 2024.

Komentar

Postingan Populer