Konsultan Mode


Kadang saya merasa berkelimpahan banget punya dua laki-laki yang tak ubahnya penata make up dan busana. Menatanya sambil komen-komen doang maksudnya. Entah kenapa bapak anak itu perhatian sekali sama dandanan saya.

Versi ayah Alif, misalnya. Dia lebih memperhatikan tingkat ketebalan kain yang saya pakai. Kalau lagi niat, dia akan membawa saya ke tempat terang demi memeriksa apakah baju dan kerudung saya nerawang. Diputerin dah tuh, ke kanan, ke kiri. Oleng dikit bisa nih senam poco-poco.

Kalau soal make-up, mainnya sindiran. Mungkin blak-blakan terlalu berisiko buat dia.

"Oh, mukanya dikasih mentega?" Ini pas saya pakai foundation.

atau kali lainnya....

"Ini masih ada acara mewarnai?" tanyanya ketika saya mau diajak keluar tapi pengennya dandan dulu. Kan saya jadi merasa mau dipinjemin crayonnya Alif.

Sebagaimana peribahasa buah enggak jatuh-jatuh dari pohonnya, Alif sebelas dua belas-lah sama ayahnya. Alif yang dua belas tapi.

"Ibu, Alif lho ndak suka rambutnya Ibu dipotong. Jadi ndak cantik. Seperti Komunyong itu lho, Ibu, cantik kalau rambutnya panjang." Demikian komennya beberapa bulan lalu ketika saya baru  potong rambut dari yang tadinya panjang jadi pendek banget.

Rupanya yang di mata saya artistik, di mata Alif kayak gembel.

"Ibu ini setiaaaap hari, pagi, siang, malam, kok pakai baju musliiiim terus!" Kali ini komplen karena baju saya gamis semua.

Iyalah, Nak, dari pada dikira Hindu kayak nasibmu kemaren-kemaren.

Yang terbaru, beberapa hari yang lalu sewaktu saya ajakin dia ke pasar pagi-pagi.

"Ibu, Alif lihat kok tadi Ibu itu pakai lipstik saaangat tebaaal sekalii!" komennya bikin saya syok karena posisi udah telanjur di jalan.

"Hah? Iyakah? Tapi sekarang gimana?" tanya saya panik sambil kecap-kecap biar agak luntur dikit.

Bisa-bisanya ada emak-emak tiga puluh tahun konsultasi make up ke anak TK.

Tapi Alif serius. Dia memperhatikan wajah saya sambil jalan, lalu merevisi tanggapannya.

"Mmm, tadi sih memang sangat tebal sekali."

"Sekarang?"

"Cuma sangat tebal saja kok, Ibu."

😑

Probolinggo, 4 Juni 2024.

Komentar

Postingan Populer