Menikah?
Beberapa waktu lalu, saya berusaha menjelaskan kepada Alif soal bagaimana pergaulan yang seharusnya.
"Jadi, laki-laki itu mainnya ya sama laki-laki. Aurat harus tertutup. Ndak baik nimbrung-nimbrung sama perempuan. Kalau masih kecil, ndak pa-pa. Kalau sudah agak besar, harus sudah ngerti." jelas saya berapi-api.
Jaman sudah edan. Sebisa mungkin saya membekali anak sejak usia dini.
"Oh, jadi, laki-laki sama laki-laki, perempuan sama perempuan, ya, Ibu?"
Mau tak iya-in kok ambigu. Saya perjelas ajalah biar enggak salah paham.
"Iya. Tapi kalau sudah besar nanti, menikah sama perempuan. Jadi, kalau pingin bersama yang perempuan, harus menikah dulu, seperti Ayah sama Ibu."
"Karena Ibu sama Ayah mau punya anak Alif?"
"Iya."
Ini kalau diterusin, bisa-bisa saya diangkat jadi kader keluarga berencana.
"Oo .... gitu," sahutnya seolah-olah berada di jalan yang lurus. "Berarti, Ibu, kalau misalnya ada temannya Alif yang mau melahirkan, terus mengajak Alif menikah, Alif harus gimana?"
😑
Probolinggo, 11 Agustus 2023.
Komentar
Posting Komentar