Bertemu Bumblebee


Rasanya pingin banget jalan-jalan ke alun-alun. Tapi sekarang sedang ada event, jadi males, soalnya rame. Kaya dikit udah tak booking itu alun-alun. Maka dari itulah saya nggak kaya-kaya.

Lagian agak traumatis setiap kali ingat terakhir ke sana. Waktu itu lagi apes, mungkin. Biasanya, cobaan terbesar setiap ke alun-alun adalah para penjual mainan dan persewaan mobil-mobilan yang bisa dinaiki Alif. Tapi hari itu, datang cobaan yang lebih besar lagi

Seorang laki-laki berkostum Bumblebee terpantau sedang melepas pakaian robotnya. Alif melongo, dikira beneran ada Bumblebee di dunia nyata. Saya juga melongo sebab tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kostum itu memang terlihat realis sekali. Part per partnya dibuat dan dipasang dengan rapi sehingga menyerupai aslinya. Alif meradang enggak mau berlalu dari hadapan Bumblebee. Sekuat tenaga saya menjelaskan kepadanya bahwa itu bukan sungguhan, hanya semacam kostum badut saja.

Lama saya mencuci otak anak sendiri, akhirnya dia paham juga. Kalau tidak, mungkin salah satu dari kami akan mereog di sana.

"Ya sudah, Ibu, belikan Alif kostum Transformers seperti itu, ya," ucapnya solutif.

"Belikan, belikan! Ente kira itu nggak mahal!" Orang kalau sudah mulai berbahasa lain bertarti tanda-tanda kesurupan.

"Mahal? Harus punya uang satu juta?" tanyanya serius. Ini pertanda dia waras, logikanya jalan.

"Iya. Berjuta-juta. Banyaaaakk sekali." Saya sampai merentangkan tangan seperti bocil halu.

Alif diam, mungkin membayangkan uang berjuta-juta itu lembaran dua ribuannya harus berapa lembar. Sampai akhirnya dia menyampaikan kalimat pamungkas yang membuat saya segera menelepon pihak yang bertanggung jawab. Sebelum saya kesurupan beneran.

"Kenapa Ibu ndak ngamen saja?"

😑

Probolinggo, 13 Juli 2023.


Komentar

Postingan Populer