Anak Bijak


"Duh, patah lagi, patah lagi! Sudah diraut empat kali, sudah dua pensil, enggak beres semua!" Saya mengomel karena pensil alis andalan saya patah terus.

"Ibu, tenang, ya ... tenang," ucap Alif, bijak.

Karena sedang emosi dan panik sebab harus buru-buru, saya menyahut, "Tadi Ibu sudah tenang, kok. Tapi, patah terus ini pensilnya. Capek Ibu, tahu."

Segera Alif berlari mencari ayahnya yang ternyata ada di kamar mandi. Dia menunggu ayahnya keluar, tapi karena lama, dia kembali menghampiri saya yang sibuk meraut pensil alis sambil ngedumel.

"Ibu, ndak pa-pa. Ibu sabar, ya, hadapi dengan tenang. Nanti Alif minta Ayah belikan yang baru, ya."

Seketika saya tersenyum cerah, mengabaikan peran yang tertukar di antara kami.

😌

Lamongan, 25 Juni 2022.


Komentar

Postingan Populer