Siapa Cepat, Dia Kenyang
Si Ayah pulang sambil membawa cemilan favorit anaknya. Gara-gara itu, Alif yang tadinya berniat makan, tidak jadi.
"Alif ndak makan?" tanya saya, meyakinkan.
"Makan ini aja!" jawabnya sambil mengisi tangan kecilnya dengan kepingan cemilan.
Saya tahu dia suka sekali cemilan berbentuk bantal kecil-kecil tapi kriuk itu. Jadi saya biarkan, tidak ingin merusak kesenangannya.
Ganti si Ayah yang mau makan. Dia ke dapur, lalu kembali dengan sepiring nasi lodeh dan kerupuk.
Melihat ayahnya datang membawa sepiring makanan, Alif bergerak dengan kecepatan yang mengesankan.
Btw, dia lodeh lover.
"Wah, ayah makan, ya? Alif juga mau!" Dia duduk di depan piring ayahnya, sementara ayahnya masih terkaget-kaget karena dia sendiri belum juga duduk. Kami makan di tikar yang digelar di ruang tengah.
Sewaktu ayahnya minum sebagaimana kebiasaan sebelum makan, si kecil sudah mengangkat kedua tangan dan kaki kecilnya bersila.
"Allahumma baarik lana fiimaa rozaqtanaa waqinaa adzabannaar," rapalnya cepat, lalu mengambil alih sendok dan makan. Tidak peduli itu nasi sepiring otoritas siapa tadinya.
Gasskeun, Naakkk....
😆
Lamongan, 30 November 2021.
Komentar
Posting Komentar