Deja Vu



Suatu malam, di menit-menit pillow talk, Alif berkeluh kesah. 

Alif mempunyai teman yang usianya masih tiga tahunan. Dia perempuan. Kala itu, di penghabisan waktu sore, mereka bermain remahan batu kapur yang berceceran di jalan. Ada dua ibu-ibu yang menemani. Salah satunya ibu temannya Alif itu.

Alif main bersih karena baru saja mandi. Sementara itu, teman kecilnya sudah berguling-guling. Saya mengamati dari rumah.

Awas aja sampai berguling-guling juga, Ente!

Mereka bermain sambil ngobrol. Obrolan itulah yang diceritakan Alif kepada saya.

"Oce, Alif punya mobil balap!" Alif memulai pembicaraan.

"Iya?" 

"Iya. Warna biru." 

"Balap itu apa?" 

"Balap itu ya yang mobil itu."

"Mobil itu apa?"

"Mobil itu yang ada rodanya itu."

Di bagian ini, Alif bercerita sambil uring-uringan. Cerita tidak dia lanjutkan. Saya yakin temannya itu akan bertanya roda itu apa dan seterusnya.

Cerita ini membuat saya puas dan bahagia. Tapi tidak bagi si pencerita.

"Ibu, kenapa kok Alif disuruh mikiiiiiirrr terus sama Oce, Ibu? Mikir lagi, mikir lagi. Ndak habis-habis."

Lamongan, 21 Desember 2022.

Komentar

Postingan Populer