Si Cantik
Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Dulu, sayalah yang paling cantik di rumah, sampai kemudian adik-adik saya lahir, gelar saya berpindah.
Adik pertama, mungkin menurun gen dari keluarga Ibu, lahir dengan wajah idola semua emak-emak di sekitarnya. Wajah putih merona, hidung bangir, dan rambut kemerahan yang bergulung-gulung di ujungnya. Alisnya juga hitam tebal. Saat sudah dewasa, tubuhnya tinggi, bahkan lebih tinggi dari Ayah dan Ibu.
Adik kedua, si bungsu, tidak jauh berbeda. Komposisi wajahnya proporsional. Rambutnya juga kemerahan, lurus dan halus seperti bule. Alisnya tipis dan melengkung rapi. Saat masih TK dia sudah sering dipilih sekolah untuk fashion show busana muslim.
Sementara saya memilki kulit berwarna kuning langsat kecoklatan dan tinggi badan seratus lima puluh enam. Beberapa orang mengira saya berasal dari jawa tengah. Jarang orang memuji cantik setelah mereka melihat adik-adik kandung saya.
Hingga tiba saatnya hari raya, saya memakai baju model gaun berwarna merah muda, hasil jahitan Ibu. Ada bando bunganya juga. Kami sekeluarga berkeliling ke rumah tetangga, saudara, dan teman-teman Ayah.
"Kok cantik-cantik sekali anakmu?" puji saudara jauh yang baru datang mudik kepada ayah saya.
Bukannya tidak senang ada yang memuji sampai takjub begitu.
Kalau saja yang dipuji bukan adik-adik lelaki saya.
😑
Lamongan, 22 Oktober 2022.
Komentar
Posting Komentar