Sandal Semangat
Yang namanya pesantren, tidak mudah terhindarkan dari praktik ghosob, memakai barang orang lain tanpa izin. Terutama sandal.
Dulu, sandal saya lebih rajin dari pada saya. Azan baru dikumandangkan, sandal saya sudah berangkat duluan. Pas pulangnya juga begitu, dia ngibrit duluan. MasyaAllah. Saya sampai curiga, jangan-jangan sandal saya kelak akan masuk surga. Apa lagi ia syahid di akhir usia.
Meskipun begitu, terkadang, si sandal begitu pengertian dan sehati dengan saya. Seolah ada ikatan telepati. Dia tahu betul apa yang saya rasakan, terutama betapa menderitanya saya ketika kebelet. Sedangkan kebelet di pesantren adalah salah satu cobaan terberat. Yang apa-apa serba antri. Saking napas aja enggak antri.
Nah, di saat-saat krusial itulah sandal saya turut kebelet. Betapapun cepatnya saya bergegas, sepasang sandal itu lagi-lagi berangkat lebih dulu.
😌
Lamongan, 25 Oktober 2022.
Komentar
Posting Komentar