RAZIA



Dulu, di dua tahun terakhir mondok, saya sedang galak-galaknya. Pagi itu misalnya ....

Udara masih berkabut, meski hari sudah cukup terang. Pukul setengah tujuh, berderet-deret anak-anak gadis yang masih SMP, duduk manis di depan kantor yang masih tutup. 

Bukannya saya tidak tahu mereka berdandan maksimal demi ketemu cacak-cacak (santri putra) yang beberapa ke sana kemari membantu mengurus kebutuhan ndalem (kediaman Kiyai). Letak kantor tepat berhadapan dengan ndalem.

Melihat itu, saya dari jauh petantang-petenteng, menggulung lengan baju, menjinjing rok, berjalan seperti KAMTIB. Di tangan saya ada sapu lidi bekas Ro'an (bersih-bersih).

"Kalian!" teriak saya. "Balik sekarang juga! Miiinggiiiirrrr semuaaaaa!"

Sekali libas, kabur semua.

Saya begitu bukan karena saya ustazah.

Melainkan karena yang mereka kecengin adalah ....

Adik saya!

Lamongan, 24 Oktober 2022.

Komentar

Postingan Populer