Masakan Ibu



Ibu sedang memasak di dapur waktu itu. Harum aroma masakannya menjalar sampai ke ruang tamu, tempat saya berada. Saya yang masih TK, tidak tahan dengan bau masakan yang sepertinya lezat tiada tara. Bau itu begitu menggoda sampai membuat saya nekad mengintip ke dapur. 

Begitu Ibu keluar, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ada sesuatu di wajan yang masih panas. Kompor sudah dimatikan. Sesuatu itu berwarna coklat, disangrai kering, membuat aroma gurihnya menyebar ke mana-mana. Saya sampai ngiler. Sudah sering Ibu membuatnya, tapi baru kali itu saya ingin sekali tahu rasanya. 

Setelah mengambil satu sendok penuh, meniup-niup, saya lalu memakannya segera sebelum Ibu kembali.

Astaghfirullah! Tobat, Gustiii! 

Saya terkejut sampai tersedak. 

Akhirnya saya mengerti...

Ternyata pahit sekali rasanya...

Terasi.

Lamongan, 23 Oktober 2022.

Komentar

Postingan Populer