TAMU
Saya sering dengar kalau tamu itu katanya bawa rezeki. Tapi saya baru ngerti bahwa ternyata itu benar-benar bisa diartikan secara harfiah. Beneran duit yang dibawa. Padahal bukan saudara, bukan caleg juga. Yah, meskipun mungkin tamunya juga gak nyangka kalau nantinya bakal ngasih duit.
Malam itu, sepulang dari sholat Isya di masjid bersama om-nya, Alif mendapati tamu yang datang sejak habis maghrib belum juga pulang. Sepertinya teman Mbah Kakung itu datang dari jauh. Kebetulan dipersilakan di ruang tamu tempat basecamp Alif. Mungkin karena lebih los dan lega.
Di situlah kesalahannya. Mbah Kakung mungkin lupa kalau cucunya ini tidak mudah dikondisikan. Alhasil, selaku tuan rumah, Alif kembali menemui tamu yang tadi sebenarnya sudah dia sambut kedatangannya.
Tadinya, sih, sebagaimana umumnya, si tamu bertanya basa-basi kepada Alif. Alif pun merasa senang ada yang mau menanggap dia bercerita. Tapi sambutan kedua ini rupanya agak lain.
"Loh, kok, masih di sini?" teriaknya kaget. "Ndak sholat Isya, tah?"
Astaghfirullah!
Untung saya gak di situ. Kalau iya, palingan saya bakal cosplay jadi pembantu yang tidak tahu-menahu kenapa bisa punya majikan model begitu.
Si tamu yang kena komplen alhamdulillah enggak tersinggung. Beliau malah tertawa dan mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu. Alif seketika diam dan berlalu bersama duit sogokan. Gampang banget dia dapat duit.
Tidak lama, setelah tamu Mbah Kakung pamit pulang, Mbah Kakung pun meraung....
"Bungaaaaaaaaaaa!!! Anakmuuuuuuuuu!"
Mengadulah ayah saya itu sambil setengah ngakak setengah emosi. Sementara saya dilema mau kasihan atau bersyukur, mengingat uang sogokannya sudah disetorkan ke saya.
Lagian, emang cuma ibunya aja yang bisa gugur harga diri kalau kedatangan teman? Mbahnya juga dooonngggg....
😆
Probolinggo, 15 September 2023.
*Cerita lainnya di https://bunga-firdausy.blogspot.com/
**Alif Official Store https://shope.ee/4KqzCHSKW0
Komentar
Posting Komentar