Pemaksaan
Suatu malam, ada yang ngambek karena enggak bisa pakai sarung. Baru belajar, soalnya. Tapi ya itu, sok tahu banget. Dibantuin, nggak mau. Dia inginnya bisa apa-apa sendiri, tapi tidak sadar sama usia dan kemampuan diri sendiri.
Selesai sholat, dia langsung nyusruk ke kasur sambil meluk bantal. Anak siapa sih? Pasti ibunya kebanyakan nonton ftv ini dulu.
Saya pun menyusul ke kamar. Merayu anak yang ngambek tadi? Tentu tidak. Lha wong saya mau ikutan tidur juga. Tidak lupa, lampu saya matikan.
"Ibu ini, kenapa lampunya dimatikan? Alif disuruh tidur, gitu? Iya? Alif disuruh tidur, ya?" Dia marah-marah. Zoom in, zoom out. Ini kalau di sinetron, alisnya pasti naik turun.
Adegan abege labil di ftv tadi kini berubah jadi adegan mertua judes yang zalim sama menantunya.
Saya selaku upik abu, selow santai macam di pantai.
"Terserah. Kalau mau tidur ya tidur, enggak ya sudah," jawab saya sambil rebahan, lalu mengatur alarm.
Baru selesai mengatur alarm, saya menoleh ke si anak. Ealah, merem.
Gitu tadi sok jual mahal. Gitu tadi kayak dipaksa-paksa tidur.
😏
Lamongan, 30 September 2022.
Komentar
Posting Komentar