MITOS
MITOS
"Jika seseorang mudah merasa geli, berarti nanti akan dapat istri yang cantik."
Demikian kurang lebih kepercayaan orang-orang yang pernah saya dengar. Berlaku juga pada perempuan. Katanya, nanti suaminya tampan.
Akhir-akhir ini saya dan Suami sedang mode usil sepertinya. Setiap selepas sholat dan berdoa, biasanya kami bersalaman. Dengan catatan, tidak sedang pelit wudhu.
Momen salaman yang hanya beberapa detik itu, tentu harus dimanfaatkan dengan baik, ya, 'kan? Jadi, begitu tangan dalam genggaman, seusai menciumnya, satu-dua jari saya gerak-gerakkan menggelitiki telapak tangannya.
Sedetik, dua detik, tidak ada respon. Baiklah, berarti perlu berusaha lebih keras. Lima jari menggelitiki telapak tangan Suami, masih enggak mempan juga. Gawat, kecantikan saya dipertaruhkan di sini.
Menit demi menit berlalu, masih tidak ada efek yang terlihat. Wajah si empunya tangan stay selow, datar. Entahlah. Dia ini syarafnya masih nyambung apa enggak.
"Sudah?" tanyanya jumawa.
Saya mencebik.
"Masa sih nggak kerasa apa-apa?" demo saya, tak terima.
"Ya terasa, tapi tidak terlalu dihiraukan."
Karena masih enggak terima, gimana pun kan cantikan saya dari pada dia. Saya kekeh harus menang.
Sedikit tak tahu malu, perang dingin berlanjut terang-terangan. Bukan lagi menggelitiki, ini sudah tahap semacam mencakar. Ampelas mana ampelas?
Dengan senyum miring, ia balas menggelitik. Cukup satu jari menggelitiki tangan, saya sudah guling-guling ngakak.
Angel iki ... angeeeellll ....
Lamongan, 5 April 2021.
Komentar
Posting Komentar