Belajar Sholat



Tadi pagi, untuk kali pertama, Alif sholat subuh di masjid. Biasanya di rumah, bareng saya. Kalaupun ke masjid, biasanya di waktu Maghrib atau Isya' saja. Sesekali di waktu Ashar.

Misi belajar sholat ini sudah lama kami rencanakan. Tahap demi tahap. Mulanya sekadar ikut sholat (di rumah) hanya jika dia mau. Meskipun yang terjadi adalah saya rukuk dia salto, saya sujud dia roll ke depan, guling-guling seperti Himawari, adiknya Shincan.

Selanjutnya, setelah mulai terbiasa, barulah belajar sholat dengan lebih tertib. Tentu tidak semulus itu. Ada adegan dulu-duluan sama imamnya, atau lompat-lompat di tempat. 

Sebulan terakhir, demi membiasakan bacaan salat, kami salat subuh berdua dengan bacaan dikeraskan. Maksudnya, saya yang baca dengan keras setiap salat subuh di rumah bersama. Awalnya merasa enggak nyaman, tapi, inilah sholat yang rakaatnya paling sedikit. Kendalanya paling dia yang merepet-repet karena merasa sholatnya lama.Tapi saya woles. Jalani aja dulu. Semoga tetangga ndak ada yang dengar.

Sebelum ke masjid, saya dan Suami memastikan dulu dia bukan tipe gerilya. Yang kalau ayahnya takbir dianya malah ngacir. Jadi, dia ke masjid sudah dalam keadaan terlatih dan terbekali. Terlepas bagaimana nantinya dia di masjid. 

Pagi tadi, sebelum subuh dia sudah mandi air hangat. Ngomel, tentu saja. 

"Besok, Ibu jangan gangguin Alif tidur lagi, ya," omelnya, persis seperti sebelum-sebelumnya.

Saya jawab dengan nada kalem ala ibu-ibu ikan terbang, "Iya, Ibu akan bangunkan Alif setiap hari, bahkan sebelum subuh."

Dia pun mencak-mencak. 

Saya tahu itu berat. Tapi, jika tidak sedari kecil memulainya, kapan lagi? 

Begitu azan berkumandang, sepasang ayah dan anak itu berangkat ke masjid bersama-sama. Sampai lama ndak pulang-pulang. Padahal masjidnya pas di depan rumah. 

Begitu mereka pulang, saya sambut dengan senyuman dan ....

"Kok ndak pulang-pulang? Mampir ke mana? Kayaknya sudah tadi deh bubarnya," tanya saya pada dua lelaki yang wajah cerianya seperti habis pulang dari main di sawah. 

😑

Lamongan, 22 September 2022.

Komentar

Postingan Populer