Banaspati


Seorang teman saya sesama pengajar sudah beberapa hari resah. Saat itu, saya masih masa pengabdian di pesantren tempat dulu saya menimba ilmu.

Dia bercerita, sudah beberapa hari ini santri putri di kamar SGJ--kamar yang menjadi tanggung jawabnya--mengadukan hal yang sama kepadanya setiap hari. Aduannya cukup serius. Katanya, sudah lima hari hanger jemuran celana dalam mereka patah dan membuat celana dalam berjatuhan dan kembali kotor. Padahal, jemuran dalaman itu mereka gantung di tempat yang tinggi, di sela-sela rusuk genteng di belakang kamar. Untuk menggantungkannya pun mereka butuh galah yang panjang. Itu dilakukan agar jemuran cepat kering.

Awalnya, saya sendiri tidak merasa khawatir akan hal itu, mengingat celana dalam tidak sampai hilang. Tapi tidak lagi saat saya mendengar aduan berikutnya. Seorang anak mengaku mendengar suara seperti letusan dari arah genteng belakang kamar. Saat itu dia sendirian di kamar karena sakit.

Saya dan teman saya pun was-was. Bukan sekali dua kali pernah ada jin kepala api, Banaspati, menyatroni pesantren. Saya memang tidak pernah melihat langsung. Akan tetapi, menghitamnya salah satu buah pepaya pada pohon yang tumbuh di depan kamar, sudah merupakan bukti kuat bahwa Banaspati pernah datang dan terpental mengenai buah itu.

Kejadian jemuran dalaman itu pun menyebar cepat. Saat waktunya Salat Tarawih, tidak ada lagi santri berudzur yang tinggal di kamar. Semua ke musalla, meski sekadar duduk dan wirid bagi yang berhalangan.

Misteri terpecahkan ketika teman saya mendatangi kantor pondok putra untuk suatu keperluan. Teranglah tabir gaib yang membuat gempar pesantren.

Teman saya, melihat dengan mata kepalanya sendiri, seorang Ustaz mengeluarkan senapan berburu, lalu mengarahkannya tepat ke arah genteng pondok putri. Ternyata, jemuran dalaman itu, begitu tingginya sampai terlihat dari kantor pondok putra. Bahkan tembok pembatas pesantren pun kalah tinggi.

Mungkin para Ustaz di sana geram melihat umbul-umbul tak senonoh itu. Mau menegur, tabu. Sejak itu, kami tidak lagi suuzon kepada Banaspati.


😆

Lamongan, 23 April 2022.


Komentar

Postingan Populer