Gara-Gara Nulis Horor
Gara-Gara Nulis Horor
Semalam, ada tugas membuat cerpen genre horor thriller. Sebelumnya, saya belum pernah merambah ke sini. Tapi karena ini tema terakhir maraton cerpen, bisa tidak bisa, ya, dikerjakan juga.
Pukul sepuluh lebih, saya masih fokus menulis via ponsel. Alif yang bermain mobil-mobilan di sekitar, belum juga tidur karena siangnya sudah tidur lama. Lalu, samar-samar terdengar suara yang tidak biasa. Seperti ada yang menyeret ranting dan dedaunan kering di lantai ruang tengah.
Sreeeekkk....
Sreeekkkk....
Saya diam. Alif pun diam. Saya pun cuek lanjut menulis, sudah mepet DL soalnya. Mata sudah mulai kiyep-kiyep. Tapi makin lama, suara aneh tadi makin keras dan nyata. Saya menghentikan kegiatan, saling pandang dengan Alif. Menajamkan pendengaran, meyakinkan diri bahwa saya tidak salah dengar.
Bosan tatap-tatapan dengan ibunya, Alif akhinya buka suarasuara....
"Airnya mendidih, Ibu!"
Eh, iya, lupa.
Ternyata itu suara air yang sudah direbus sejak sebelum menulis tadi.
😅
Lamongan, 28 Agustus 2022.
Komentar
Posting Komentar