APA ADANYA
Situasi paling membahagiakan itu ketika ada yang mau menerima saya apa adanya. Terutama di momen-momen yang tidak mudah.
Beberapa waktu lalu, misalnya. Sewaktu saya sedang tidak sehat dan si ayah masih di tempat kerja. Saya hanya bisa menyajikan mie instant untuk lauk makan siang bersama Alif.
"Alif, ndak pa-pa, ya, makan mie dulu. Ibu pusing, tidak bisa masak. Kita makan apa yang ada saja, ya." Saya berusaha menjelaskan kondisi sebab sebelumnya Alif minta dimasakkan ayam kecap.
Bocah lima tahun itu pun menjawab dengan tenang. Kalimat demi kalimat diucapkan dengan perenungan yang dalam bak bijak bestari.
"Iya, Ibu, ndak pa-pa. Makan yang ada saja. Kalau adanya mie, ya ndak pa-pa. Kalau adanya daging sapi, ya sangat tidak apa-apa."
Komentar
Posting Komentar