Pengamen
Sejak lama, Kanina tidak begitu peduli kepada para pengamen yang silih berganti menyambangi rumahnya atau pun yang biasa melenggang di bus antar kota yang dia naiki. Perempuan penghidu aroma buku itu tidak tertarik pada hiburan apa pun yang tidak berwujud tulisan.
Berrupa-rupa pengamen pernah ditemui, tapi tak satu pun mampu memantik rasa penasaran yang dapat membuatnya bertahan hingga akhir lagu. Cepat-cepat dia mencari uang kecil begitu gitar baru dipetik, lalu segera memberikannya seperti sedang lomba agustusan. Terkadang, Kanina tetap harus tabah setiap kali bertemu pengamen di bus. Itu pun seringnya dia malah ketiduran sebab mabuk kendaraan. Sekali dua kali, dia tertawa kecil mendengar sindiran pengamen. "Sing etok-etok turu, tak dungakno lemu koyo sapiku." (Yang pura-pura tidur, kudoakan gemuk seperti sapiku)
Hingga tiba saatnya, di hari di mana Kanina berharap agar jangan ada pengamen atau interupsi apa pun berkunjung ke rumahnya, seorang pengamen datang. Itu membuat pemilik rumah itu kesal bukan main sebab dia harus bangkit dari tempatnya melepas lelah, lalu menyambar kerudung dan memakainya. Belum lagi, dia masih akan mencari uang kecil yang sudah jarang disisihkan sebab lama tidak pernah lagi ada pengamen datang.
Mau tidak mau, pengamen itu dengan lancar membawakan lagunya hingga menjelang selesai. Suaranya lumayan juga, pikir Kanina. Tepat saat Kanina akan memberikan uang kecil--hanya seribu rupiah--, pengamen itu menyelesaikan lagunya. Tidak disangka, pengamen berpenampilan sederhana itu membungkuk hormat kepadanya seperti baru selesai melakukan konser tunggal.
Gerakan tangannya yang sedikit direntangkan dan caranya membungkuk menunjukkan bahwa tadi itu benar-benar sebuah persembahan. Seperti seniman betulan yang benar-benar menghargai musik dan dirinya sendiri.
"Terima kasih," ucap pengamen muda itu sambil menerima uang. Dua kata saja, tersenyum sopan, lalu pergi.
Kanina tercengang di pintu rumahnya. Belum pernah dia bertemu pengamen sebermartabat itu, yang menghargai diri sendiri dengan baik, menampilkan yang terbaik, dan tidak peduli pada bagaimana orang lain mengapresiasi dirinya.
Komentar
Posting Komentar