STRATEGI ALIF
Hari ini Alif pulang sekolah lebih awal. Dia pulang membawa sebungkus kecil cilok goreng telur bumbu kacang, jatah snack dari sekolah.
"Ibu, Alif mau makan jajan dari Bu Guru ini." Dia menunjukkan jajanannya.
"Kan, batuknya sudah mau sembuh. Itu bisa bikin batuknya kumat lagi," terang saya.
Dia menunduk lesu, lalu merengek. Akhirnya, saya beri dia penawaran.
"Ya sudah, boleh, tapi, kalau nanti batuk lagi, berarti Alif tidak boleh main di luar, loh, ya. Istirahat biar sembuh dulu," ucap saya sembari menengok jam. Masih setengah sepuluh.
Dia diam. Mungkin menimbang-nimbang. Sekali 'Uhuk' saja, hangus tiket dia main di luar hari ini.
Hanya beberapa detik, dia sudah membuat keputusan. "Iya wes!"
Saya bersorak dalam hati. Besar potensi kemenangan saya untuk bisa membuatnya tidur siang lebih awal dan lebih lama. Dia sendiri sejak pagi masih batuk-batuk ringan.
Bocah lima tahun itu pun berganti baju sendiri dengan semangat. Saya hanya mengawasi.
Selesai memakai setelan BoBoiBoy Air, di luar dugaan, dia pamit main.
Saya yang kaget segera mencegat sebelum dia berangkat.
"Nak, ndak jadi makan jajan dari sekolah tadi?"
"Iya, nanti saja kalau sudah main."
Oh, bisa gitu, ya.
Komentar
Posting Komentar