PUTRA MAHKOTA

 Sejauh ini, rasanya sudah banyak atribut nggak penting yang bergelantungan di tubuh Alif ketika keluar rumah. Ada jam tangan, topeng, topi, ikat pinggang, dan pistol mainan. Itu saja saya sudeh penuh lihatnya.

Ternyata, yang begitu itu masih belum cukup bagi Alif. Dia sepertinya berencana menjadi kedai daur ulang berjalan.

Beberapa hari yang lalu, Alif menemukan gelas bekas minuman bermerk warung ayam dan beberapa helai kertas art paper sisa sovenir ultah temannya. Semua itu disulapnya menjadi kacamata Pahlawan Bertopeng, topi kerajaan Joseon, dan pancing. 

Saya bukannya tidak senang melihat anak berekspresi dan berkreasi. 

Tapi nggak harus begini juga ....

Saya mendapati Alif berdiri di pertigaan gang rumah. Dia bergelayutan di tiang lampu. Itu sore yang cukup ramai oleh lalu lalang anak-anak.

Tidak ada yang salah dengan situasinya.

Kalau saja kondisinya dia sedang tidak berperan ganda menjadi Putra Mahkota Kerajaan Joseon sekaligus Pahlawan bertopeng yang kaitan telinganya berupa karet gelang. 

Jangan lupakan pancingnya.

"Ibu ndak malu, kan, Alif keluar begini?" tanyanya penuh harap.

"Tidak, Sayang. Ibu selalu bangga pada putra Ibu. Jangan pikirkan perkataan orang lain. Jadilah dirimu sendiri," jawab Ratu savage, Im Hwa Reog.

Komentar

Postingan Populer