HITUNGAN

Saya agak kaget saat mendapati Alif dapat membaca angka arab dengan lancar. Biasanya, dia masih tertukar-tukar antara b, d, p, dan q. Angka dan huruf alfabet pun menulisnya kebolak-balik, bisa madep ke arah mana pun hidayah diturunkan.

Nah, untuk huruf arab, nggak ada ceritanya dua belas sama enam belas ketukar. Atau, tujuh belas sama delapan belas. 

Harusnya kan dia konsisten. Bener semua atau sekalian ketuker semua.

Saya pun menggali lebih dalam variabel apakah yang luput di sini.

Alif saya suruh membaca angka arab yang terurut di buku. Ternyata bisa. Aman.

Diacak. Aman. Biasanya kalau lolos tes acak, berarti memang sudah benar-benar paham.

Saya pun iseng menyuruhnya membaca dengan urutan mundur.

"Sembilan belas, delapan belas, tujuh belas," ucapnya lantang.

"Enam belas, lima belas." Baguuusss!

"Empat belas!" Dia makin antusias.

Lalu noleh kanan, lihat mobil-mobilan. Mendongak, nyari cicak. Noleh kiri, ada gambar TOBOT. Noleh depan, lihat ibunya keluar tanduk.

Kembali fokus.

"Tiga belas." 

Kali ini saya yang noleh ke mana-mana. Toh, dia sudah hapal di luar kepala. Ngelamun dikit, amanlah.

"Dua belas." 

Jadi ingat diri sendiri, dulu. Waktu disuruh berhitung hitungan jawa. Selikur, rolikur, telu likur, patlikur, limo likur ....

"Satu belas."

The real anak kandung saya!

Komentar

Postingan Populer