Undangan
Pernah, sudah lama sekali, saya berpapasan dengan beberapa embah-embah sewaktu mau ke toko tetangga. Kami saling bertegur sapa. Lalu, di ujung basa-basi, mereka baru bertanya siapa saya.
Ternyata mereka tidak mengenali meskipun sudah dua tahunan saya di sini. Maklum, saya jarang keluar selain ke sekolah atau ke pasar.
Saya pun menjawab, "Kulo (saya) ibunya Alif."
Mereka ber-"oh" ria. Terlihat seperti kenal sekali dengan bocah lima tahun itu. Benarkah saya kalah beken dengan anak sendiri?
Nah, dua hari yang lalu, pak RT di tempat saya tinggal, menggelar acara pernikahan putrinya. Undangan dibagikan. Saya menerima kertas undangan itu dengan tangan saya sendiri.
Di luar dugaan, Pak RT yang rumahnya tepat di belakang rumah kami, mengirimkan undangan dengan nama tujuan yang tertera: Bpk Alif.
Komentar
Posting Komentar