TANYA
Seharusnya dia tidak disebut BoboiBoy Pulpen, melainkan BoboiBoy Tanya. Alif suka sekali menanyakan apa pun. Apa pun. Tidak peduli waktu, tempat, dan situasi. Kalau orang lain bisa mabuk cinta, saya mabuk tanya sampai teler. Anak orang lain begini juga, nggak, sih? Ada yang senasib sependeritaan dengan saya?
Si kecil, sambil makan, mulutnya sempat-sempatnya bertanya. Sambil mandi, sambil main, saat pillow talk, saat saya nyetrika, cuci piring, nggoreng ayam, saat pusing, bahkan saat sakit gigi. Jadi, saya ini sebenarnya orang sibuk. Sibuk menjawab pertanyaan anak.
Padahal paling sering saya nimpalinya begini: "Coba, Alif mikir sendiri!"
Dulu, sering saya berharap agar mati lampu saja. Biarlah gelap-gelapan asal tenang.
Eh, lha, kok, mati lampu beneran. Sering malah. Memang saya ini rawan kualat. Candaan saya selalu diseriusin sama Tuhan.
Pas mati lampu, saya kira itulah momen bahagia yang saya tunggu-tunggu. Saya bisa rebahan dan hapean dengan tenang.
Ternyata, hidup tak segampang itu.
Saat mati lampu terjadi, si kecil bukannya diam, tapi malah makin fokus dan leluasa bertanya.
Akhirnya, saya megap-megap dalam kegelapan. Menjaga ilin biar nggak mati, persis orang ngepet. Karena tinggal lilin itulah sisa kebahagiaan saya.
Komentar
Posting Komentar