Solutif

Ngaku, siapa yang kalau makan jajan, sembunyi-sembunyi dari anaknya? 

Saya gitu, soalnya.

Pernah, kami-saya dan si kecil-masing-masing pegang jajan. Saya keripik singkong pedas dua bungkus yang merk K***la, dia pegang G**io dua. 

Lihat rumput tetangga lebih hijau, dia minta jajan saya. 

"Boleh, tapi Ibu dikasih juga, ya, sebungkus," tawar saya.

Dia nggak setuju. Jadilah kami lama uyel-uyelan rebutan jajan. Ayahnya diam, seperti tidak melihat apa-apa. Di pangkuannya juga ada jajan, tapi cuma sebungkus. Jadi, kayaknya memang prinsipnya: makin banyak jajan, makin ribut.

Kami masih rebutan. Si ayah fokus ke laptop. Saya curiga ini orang nungguin siapa yang menang di antara asuhannya. 

Si kecil ngotot minta, tapi sendirinya ndak mau berbagi. Saya ga ngerti ini gimana solusinya biar tetep adil. Akhirnya si ayah tergerak juga. Mungkin dia gemes. Dia meminta kami menyetorkan jajan, lalu membaginya langsung jadi dua. Masing-masing dapat satu G***o sama snack K***la, barulah si kecil terima. Hidup lalu menjadi aman, sentosa, dan sejahtera. 

Mana saya tahu kalau solusinya cuma begitu. Bukan salah saya. 

Komentar

Postingan Populer