Setrikaan

 Saya sering gak terima sama metamorfosis sebelum dan sesudah nyetrika. 


Pas belum disetrika, beuh, penuh satu kasur. Kata si bos kecil, seperti tumpukan sampah di pinggiran lapindo. Mudik bukannya bawa kenangan indah liburan, dia malah mengenang gunungan sampah. 


Pas sudah disetrika, qadarullah, cuma jadi dua gedung tiga lantai. Ini kan nggak enak saya ngeluhnya ke Suami. Akhirnya, saya tata ulang menjadi susunan komplek perumahan yang gak seberapa tinggi. Yang penting terlihat banyak. Wkwkwk


Menyetrika mengajarkan saya banyak hal. Di antaranya, main mobil-mobilan panas, manipulasi hasil kerja, dan latihan vocal. 


"Ayah, Ibu kenapa itu? Kasihan," tanya anak lelaki suami saya setiap kali saya memulai konser.


Gak tahu dia kalau saya ini juara nyanyi se-RW di masa kecil dulu. Yang mana pesertanya, jurinya, sama penontonnya semuanya gak tahu nada.

Komentar

Postingan Populer