Salah Siapa

Waktu itu saya dan beberapa teman baru saja pamit kepada pemilik rumah di mana kami bertamu.  Saat saya sudah siap di boncengan sepeda motor, hendak pulang, datang penjual es dung-dung.

Demikian powerfulnya es dung-dung sampai membuat anak-anak kecil bawaan para tamu turun lalu berlari menuju penjual es. Padahal tak satu pun dari mereka ada yang membawa uang. Maju tak gentar entah siapa yang bayar.

BoboiBoy Pulpen tidak ikut turun. Dia memang tidak pernah saya biasakan beli jajanan sendiri. Apalagi sampai berani nekat turun dan mengejar gerobak penjual. 

Melihat apa yang terjadi, tuan rumah langsung keluar, menghampiri penjual es dung-dung, dan membayari semuanya. Tak ketinggalan, BoboiBoy Pulpen diberinya juga satu. Masalah bermula dari ini.

Saya tidak bisa menunda pulang. Hari sudah sangat siang dan terik. Walhasil, anak-anak kecil semua langsung diangkut bersama dengan es dung-dungnya, naik motor. Saya kebagian tugas memegangi es dung-dung si kecil. 

Saya, seorang wanita kalem, berbaju kombor, kerudung panjang, di boncengan duduknya nyamping, punya anak satu, harus berjuang mempertahankan keutuhan yang mulia es dung-dung yang cone-nya terbuat dari kerupuk di tengah teriknya siang dan terpaan angin.

Saya pegangin, tutupin, dan jilat sedikit saat jalanan sepi hanya agar lelehan es krim tidak kena kerupuk cone-nya sehingga membuatnya tidak meleot.

Ini kalau ada yang lihat, entah di mana saya harus mengisi ulang harga diri. 

"Awas, lho, Ibu, es-nya dijaga, ya." BoboiBoy Pulpen mewanti-wanti. 

Saya melengos. 

Tiba di rumah, bahkan teman yang mengantar belum selesai membelokkan motornya, anak suami saya itu pun protes. Es dung-dung-nya tak seindah saat bersamanya dulu. 

"Makanya, Ibu, dijaga esnya. Kan, tadi Alif sudah bilang!" Dia mulai ngomel. Ngomongnya sampai melengking.

"Ya ndak bisa, Nak, es itu ya begini, leleh kalau ndak langsung dihabiskan!" 

"Lha iya, coba Ibu mikir, masa gitu aja ndak bisa!"

Saya berurai air mata. Teman saya pulang sambil terbahak-bahak.

Komentar

Postingan Populer