RESAH


Sebenarnya, saya sering bertanya-tanya, apakah kira-kira yang ada di pikiran anak-anak. Khususnya anak saya. Sampai tiba suatu malam, saat pillow talk, saya mulai mendapat titik terang. 


Anak lelaki saya, dia sudah siap tidur. Sudah berdoa sebelum tidur, sudah ke kamar mandi. Sudah semua, pokoknya. Tinggal merem saja. Tapi tampaknya, ada yang mengganggu pikirannya. 


"Ibu, kok, Kak Ros mimpi main sama Opah waktu masih kecil?" tanyanya. 


Ini ambigu. Yang kecil apakah Kak Ros ataukah Opah. Tapi saya memilih tidak bertanya soal itu demi perdamaian dunia.


"Yang kapan itu?"


"Yang itu lo, Ibu, yang cuma ada Kak Ros, Opah, sama ayahnya, tapi tidak ada Upin-Ipin."


"Oh, itu." Saya akhirnya paham episode mana. Maklum, saya penggemar BoBoiBoy Galaxy, bukan penggemar dua anak kembar gundul yang suka ngejar-ngejar ayam. Jadi, agak lama loadingnya. "Itu bukan Opah. Itu ibunya Kak Ros. Kak Ros itu kakaknya Upin-Ipin."


"Oh, begitu." Gayanya kayak mikir banget. "Kenapa mimpi begitu?"


"Karena kangen, paling, sama ayah dan ibunya. Kan, sudah meninggal."


Saya yakin dia mulai baper. Salah satu syarat sensor film anak versi saya ya itu, notbaperable. Tidak boleh bikin baper. Sayangnya, dia nonton episode itu di rumah Mbah Uti. Bisa terjadi kerusuhan kalau saya ganti chanel. 


"Oh, berarti, cuma tinggal Opah?"


"Iya."


"Terus, yang kerja siapa?"


Kaann ... kaan ... kaannn ....


Akhirnya kami merenung bersama-sama, memikirkan nasib keuangan keluarga Upin-Ipin yang cuma mengandalkan pensiunan dan jualan nasi lemak sekresek, tapi bisa sering makan ayam, sekolah tiga anak, dan kebutuhan hidup empat kepala.

Komentar

Postingan Populer