OBAT NYAMUK SEMPROT

Beberapa hari yang lalu, saya memaksa suami untuk membeli obat nyamuk semprot dua belas ribuan. Sebenarnya, kami lebih suka yang ramah lingkungan. Jadi, kami setiap malam memasang kelambu agar dapat tidur dengan nyenyak. Hanya saja, beberapa minggu terakhir, sepertinya sedang musim nyamuk. 


Saya rasanya ingin marah-marah sama cicak yang tidak pernah berhasil saya tangkap dan singkirkan, juga sama laba-laba yang saya sungkani. Kalian selama ini kerjanya ngapain aja, heh? Makan gaji buta?! Badan doang gendut, rumah di mana-mana, kotoran di mana-mana, tapi kerja gak becus!


Alhasil, karena sudah senewen akut, terpaksa kami pakai semprotan nyamuk yang beraroma jeruk dengan bintang iklan nyamuk bergaya.


Sudah lama sekali saya nggak pegang semprotan nyamuk. Terakhir kali dulu sewaktu masih Mts. Jadi, rasanya nervous lagi. Nasib nyamuk dkk malam itu ada di tangan saya. Begini rupanya rasanya cosplay jadi malaikat maut. 


Saya menyemprotkan pestisida itu ke seluruh ruangan, kecuali ruang pengungsian. Ternyata tak segampang itu. Saya butuh pakai dua tangan karena ternyata saya tidak sekuat yang saya duga. Pas ketetesan cairan semprotannya, agak kaget. Adem-adem semriwing.


Adegan terakhir, entah apakah orang lain juga senorak itu atau enggak, saya berjalan menyusuri setiap ruangan setelah beberapa menit berlalu. Jelalatan ke lantai, mencari nyamuk-nyamuk berjatuhan, demi membuktikan iklan yang adegan mamah mudanya keren banget seperti Natasha Romanov 'Black Widow'.


Pas nemu, rasanya bahagia banget. Anak saya juga bahagia melihat saya bahagia. Cuma Suami yang terlihat normal dan waras. Dia tidak berkata banyak, kecuali ....


"Ini jangan dibuat mainan, ya," pesannya kepada saya sambil menyimpan obat nyamuk semprot itu.


😌


Lamongan, 4 September 2022.


Komentar

Postingan Populer