MUDIK
Alif, kala bertamu semasa lebaran untuk silaturrahim, seringnya bertingkah seperti sudah lama kenal orang-orang. Rumah para sanak saudara dan tetangga sudah seperti rumah sendiri. Apalagi kalau ada sesama bocil-nya. Duh, seketika anak saya itu jadi nahkoda. Nahkoda kapal pecah. Saya di rumah orang, bukannya elegan, malah jadi tarzan.
Sekalinya enggak kerasan, dia malah nyinyir.
"Ayo, dimakan jajannya," tawar pemilik rumah.
"Nggeh," jawab saya. Lalu mencicipi satu dua kue kering.
"Ini! Ini! Ini!" Tangannya menunjuk-nunjuk toples di meja. "Sseeemuaaa enggak enak!" cibirnya, lalu melengos.
Iya, deh, iya. Itu mulut anak saya.
Semoga tahun depan bisa mudik lagi setelah celengan harga diri sudah cukup terkumpul.
Lamongan, 16 Mei 2022.
Komentar
Posting Komentar