Mudik 2
Ibu saya seorang guru ngaji sekaligus guru TK. Mantan kepala sekolah TK juga. Beliau biasa menghadapi gembong-gembong anak-anak kecil yang tingkahnya bikin gemes sekaligus senewen.
Malam itu, saat si BoBoiBoy Pulpen melihat Mbah dan paman-pamannya bersiap keluar untuk silaturrahim ke saudara, dia merengek minta ikut. Saya sendiri tidak berminat ikut karena lelah dan sedang ada teman berkunjung. Jadilah saya mendandani si kecil biar dia dibawa oleh mbahnya.
"Mbah, Alif katanya mau ikut," ucap saya kepada Mbah Kakung.
Ayah saya itu terlihat berpikir sejenak.
"Oke. Ganti baju dulu," katanya.
"Sudah. Ini sudah ganteng."
"Lho, ibunya ndak ikut?" Tanya ayah saya sambil memperhatikan penampilan saya yang biasa saja.
"Mboten. Alif saja."
"Wah, ndak bisa, ndak bisa." Mbah kakungnya si kecil menolak keras.
Saya menoleh kepada Ibu. Sang pawang anak.
Beliau diam, mereka-reka track record anak suami saya, lalu berkata, "Di rumah saja, ya."
Komentar
Posting Komentar